Follow:
Browsing Category:

Travels

    Learning, Places, Self development, Travels

    Pengalaman Belajar Memanah (Archery)

    Sebenarnya ini bukan kali pertama saya memanah. Dua tahun lalu, saya pernah iseng coba-coba memanah di daerah Malang tapi gagal total gegara busurnya keberatan 😀 Pupuslah sudah harapan pengen bergaya bak Katniss Everdeen…

    jennifer lawrence aim GIF by The Hunger Games Mockingjay Part 2-source

    Aim……

    Tapi ternyata, memanah itu bukan lagi sebuah olahraga yang terkesan mewah atau asing. Dulu saya mikirnya olahraga memanah ini kayak berkuda atau golf, tipikal olahraganya orang kaya lah ya. Harus beli alatnya, sewa area memanahnya, sasaran membidiknya, dan lain lainnya. Belum lagi gak boleh asal shoot, pastinya kita mesti tau dulu dasar-dasarnya dan belajar dari awal. Jadi mesti banget hire seorang Coach buat ngajarin. Kalau ditotal-total biayanya mayan nguras kantong banget 🙁

    Meanwhile, saya selalu mupeng kalau liat olimpiade panahan. Kelihatannya belajar memanah asyik dan gak susah-susah banget. Tapi pertanyaannya, harus mulai darimana? Belajar dimana?

    Sekitar dua minggu yang lalu, pergilah saya ke sebuah daerah di Depok. Saya penasaran setelah seorang teman menawarkan saya untuk ikut latihan panahan disana. Katanya sih siapapun bisa ikut, bebas. Ga ada batasan usia tertentu. Awalnya saya ragu, takut malu-maluin kalau gagal shoot lagi wkwkwk. Tapi akhirnya dicoba juga mumpung diajakin temen, ngapain mikir yekaann.

    Lokasinya disini:

    Di sebuah Sabtu pagi yang cerah dan cukup adem itu, saya berkesempatan untuk belajar memanah di Indonesia Archery School, Depok. Lokasinya sangat mudah dijangkau, cuma 10 menit naik Ojol dari Stasiun Depok Baru. Berhenti di Stasiun Pondok Cina juga bisa. GOR ini letaknya di dalam komplek perumahan gitu. Gak susah nyari tempatnya, cuma kadang-kadang ada akses jalan yang diportal. Namanya juga di perumahan ya sis.

    Saya datang sekitar pukul 08.30 pagi. Udah ada dua anak laki usia 10 tahunan, 1 anak SMP, 1 orang ibu-ibu yang lagi masukin finger tab ke jarinya, sama ada 2 bocil pegang-pegang bow. Iya, BOCIL bok! Ini anak baru naik kelas 1 SD udah belajar panahan aja…. (keprokkk!!!)

    Area Memanah

    Area Panahan

    Areanya latihannya cukup luas untuk latihan panahan. Emang gak seluas GBK, tapi cukup lah buat latihan khususnya bagi pemula. Jarak paling jauh yang bisa dijangkau di area ini adalah 20 meter, meanwhile di GBK itu bisa sampe 70 – 90 meter. Di lapangan rumput ini udah dipasang papan-papan target sasaran memanahnya. Ada yang berbentuk papan target panahan dengan skor, ada juga yang bentuknya hewan-hewan buruan (kelinci, rusa, dll). Menurut Coach Fika, salah satu pelatih yang juga atlet PON DKI Jakarta ini, papan targetnya sengaja dibuat bervariasi supaya peserta tidak bosan.

    Pemanasan Dulu

    Pemanasan dulu dong…

    Sebelum mulai, semua peserta diwajibkan untuk pemanasan. Meskipun olahraga panahan kelihatannya gak seberat lari marathon atau panjat tebing, tubuh kita harus dikondisikan untuk melakukan gerakan-gerakan yang signifikan seperti menarik busur panahan (bow). Again, kelihatannya emang gampang, tapi kalau dilakukan terus menerus, lengan kita bisa pegel banget. Bisa cedera juga kalau kita gak hati-hati.

    Oya jangan khawatir masalah keamanan. Disini ada safety procedure yang jelas dan harus dipatuhi semua peserta dan Coach yang sedang berlatih. Semua peserta harus mengikuti arahan dari Coach, gak boleh asal shoot sembarangan. Selain pemanasan, semua peserta wajib menggunakan finger tab dan arm guard sebelum mengambil busur (bow) dan anak panah (arrow) yang sudah diletakkan di area panahan. Hal ini supaya gak ada peserta yang cedera, karena biasanya kalau udah keasyikan memanah kita gak sadar tau-tau jari ini udah merah dan lecet.

    Safety Procedure

    Hasil kajian dari US National Electronics Injury Surveillance
    System (NEISS) menyatakan bahwa Olahraga Panahan adalah salah satu olahraga dengan tingkat keamanan yang tinggi lho…

    Setelah masing-masing peserta memegang bow dan arrow-nya, mereka mengatur posisinya dibantu oleh para Coach. Semuanya dibekali dengan 10 anak panah yang disimpan di sebuah tempat bagian belakang masing-masing peserta (arrow rest). Sebelum peserta diperbolehkan membidik, Coach akan memastikan bahwa area sasaran sudah clear, alias kosong. Hanya ada papan-papan target sasaran disana. Setelah area clear, maka Coach akan memberi aba-aba untuk shoot, dan setiap peserta akan melemparkan bidikannya di area-area yang mereka targetkan.

    Latihan mau lomba

    Irfan (13 th) saat melepaskan anak panahnya. Dia merupakan salah satu member yang sedang berlatih untuk Olimpiade Memanah bulan Mei mendatang.

    Di saat shooting time, tidak boleh ada satupun peserta yang masuk ke area sasaran. Semuanya harus memanah dan membiarkan anak panah yang sudah tertancap di papan (atau mungkin jatuh di rumput karena meleset) untuk berada di tempatnya sampai Coach menyatakan bahwa waktu memanah sudah habis. Setelah itu, Coach akan memberikan aba-aba kepada semua peserta untuk menyimpan busur panahnya dan mengambil anak panah yang tertancap/jatuh secara bersama-sama hingga seluruh area sasaran menjadi clear kembali. Begitu seterusnya.

    Memanah berbagai posisi

    Eki (13 th), salah satu siswa SMP Islam yang sudah berlatih lebih dari 5 bulan di Archery Learning Center, Depok.

    Proses ini berlangsung selama kurang lebih 1-1,5 jam. Peserta akan diberikan 1x waktu untuk istirahat selama 15 menit sebelum berlatih memanah kembali. Di saat istirahat, tidak ada seorang pun yang boleh membidik. Semua alat-alat wajib disimpan di tempatnya sampai Coach memberikan aba-aba untuk kembali memanah.

    Posisi busur dan arrow di tempatnya

    Suasana saat break. Semua peralatan wajib disimpan di tempatnya.

    Di saat semua peserta sedang break, saya iseng ngobrol-ngobrol dengan peserta disini. Rata-rata mereka baru belajar memanah dan merasa happy belajar disini karena Coach yang cukup kooperatif, lingkungan yang fun dan nyaman, serta waktu berlatih di akhir pekan yang gak bikin bentrok sama hari ngantor ataupun hari sekolah. Saya juga berkenalan dengan Coach Fika dan Coach Moko yang senantiasa mendampingi dan mengawasi setiap peserta disini.

    Coach Fika Mencontohkan

    Coach Fika saat mencontohkan cara mengambil angle yang tepat sebelum membidik.

    Coach Moko

    Coach Moko, salah satu pembimbing yang sabar saya tanya-tanyain hehehe.

    Para Coach yang membimbing semuanya sudah tersertifikasi. Beberapa dari mereka adalah atlet panahan professional yang sudah mengharumkan nama daerahnya hingga ke level Nasional. Mereka bakalan ngajarin kita dari teknik dasar memanah dan memotivasi peserta agar bisa membidik sasaran dengan tepat. Dua Coach yang saya temui fun banget dan enak diajak ngobrol. Jadinya saya yang pemula ini gak sungkan buat tanya-tanya A sampe Z-nya olahraga memanah ini.

    Archery in a nutshell

    Archery in a nutshell.

    Selain latihan memanah, peserta juga akan berlatih untuk meningkatkan kekuatan ototnya, khususnya otot lengan dan pundak. Jadi setiap minggu, para Coach akan menyelipkan latihan-latihan fisik seperti menarik karet ban, latihan kelenturan, latihan kefokusan, dan lainnya. Hal ini karena memanah membutuhkan lebih dari sekedar skill menarik busur, melainkan skill menjaga kefokusan, kelenturan mengubah posisi tubuh, dan beradaptasi dengan medan di lapangan.

    Latihan Kekuatan Tangan

    Melatih kekuatan otot tangan.

    Peregangan

    Latihan peregangan setelah memanah. Karena megang busur terlalu lama emang bikin pegel ugaaa.

    Ketika mencoba pertama kali, wajar jika setiap peserta akan mengalami kegagalan. Kita harus dibiasakan dulu untuk menarik busur dengan posisi tubuh yang benar. Penglihatan (vision) kita terhadap area sasaran pun pada awalnya bakalan meleset. Butuh latihan berkali-kali sampai kita nyaman dengan posisi memanah yang tepat dan menemukan cara untuk membidik dengan akurat.

    pemanah cilik

    Kecil kecil jago manah! Daebakkk 😀

    By the way, yang latihan disini gak dibatasi usia loh (eh udah diomongin ya barusan?). Siapapun boleh belajar, bahkan biasanya setiap minggu pagi itu rame banget diisi sama peserta yang dateng sekeluarga ya bapaknya ya ibunya ya anaknya ikut belajar semua. Rata-rata jumlah peserta 1 kelompok itu maksimal 15 orang. Kalau lebih dari itu, berarti harus dipisah ke jam latihan yang lain.

    Latihan di Indonesia Memanah ini diadakan setiap hari. Untuk hari Senin – Jum’at (weekdays), dimulai dari pukul 16.00 – 18.00. Sedangkan Sabtu dan Minggu (weekend), dimulai dari pukul 06.30 pagi – 12.00, dengan dibagi 2 sesi (masing-masing sesi berdurasi 1,5 jam). Biayanya cukup terjangkau, hanya Rp. 80.000,- per visit. Buat yang ingin jadi member juga bisa. Biaya daftar membernya Rp. 500.000,- yang harus dibayarkan di awal pendaftaran. Setelahnya member hanya perlu membayar Rp. 250.000,- untuk 4x latihan setiap bulannya. Menarik yesss? 🙂

    Oya ada yang lebih oke lagi nih. Kalau mentemen mau Coach-nya dateng ke lokasi mentemen bisa lho! Mereka juga provide paketan untuk mereka yang kerja di perkantoran atau buat anak-anak sekolahan yang punya ekskul panahan dengan syarat jumlah minimal peserta 15 orang dan dilakukan secara rutin. Nanti para Coach akan datang dengan alat-alat memanahnya ke lokasi dan waktu yang udah ditentukan buat latihan. Harga paketnya juga bisa disesuaikan dengan kebutuhan, tinggal diskusi aja sama managemen disini yang amat friendly dan approachable. Sayang banget saya baru tau sekarang disaat kerja udah kebanyakan remote daripada stay di kantor huhuhu~

    Latihan gripping

    Belajar gripping busur yang bener dari mba Erni, salah satu member ALC ((pardon my mangapp face :D))

    Buat kalian yang ingin tau lebih lanjut, bisa cek infonya disini. Buat yang penasaran pengen nyobain, mendingan dateng langsung deh ke tempatnya. Seriusan kalian gak akan nyesel, malah bikin nagih banget apalagi kalau udah berhasil nge-shoot!! Sapa tau khannn bisa kayak Hawkeye gitu meskipun ga masuk di posternya Avengers Infinity War #GengGaTerimaGaAdaHawkEye.

    Oh by the way, saya gak gagal lagi yah hahahaha #ButuhDiklarifikasiBangetAnaknya. Ternyata busur panahnya gak seberat yang pernah saya coba sebelumnya, tapi ya teteuup membidik yang tepat sasaran itu butuh latihan berkali-kali. Asli, jadi gak sabar buat latihan lagi!! ***

    Share: