Follow:
Drakor, Review

Review Haechi: Kisah Sang Raja Muda dalam Meraih Takhta

Haechi adalah drama ber-genre saeguk, alias sejarah. Buat pecinta drakor bertema cinta-cintaan, jelas Haechi will not entertain you at all. Tapi kalau kamu suka dengan drama seperti Dae Jang-geum, Queen Seon-deok, Dong Yi, dan drama-drama sejenisnya, I bet you’ll like Haechi as well.

Title: Haechi (ν•΄μΉ˜)Director: Lee Yong-seok. Writer: Kim Yi-young. Starring: Jung Il-woo, Go Ara, Kwon Yool, Park Hoon. Release: February 2019. Episode: 24. Network: SBS
(Image: Soompi).

Haechi menceritakan kisah Raja Yeongjo (Jung Il-woo), salah satu raja yang paling bersinar pada masa Dinasti Joeseon. Drama ini kurang lebih diangkat dari kisah nyata, meskipun ada beberapa tambahan dan dramatisasi, Haechi mampu menggambarkan dinamika politik pada masa sebelum Pangeran Yeoning mendapatkan takhta hingga awal-awal kepemimpinannya.

Lee Geum, si Anak Petani

Disini ada yang udah pernah nonton Dong Yi? Drama yang sempat mengudara di tahun 2010 itu menceritakan kisah cinta antara Raja Sukjong dan Choi Suk-bin, yang mana adalah ibunya Lee Geum (kelak adalah Raja Yeongjo) ini. Hal yang menarik adalah, Choi Suk-bin bukan keturunan bangsawan, melainkan seorang budak keturunan petani yang diangkat menjadi Selir.

Lee Geum (Prince Yeoning) kecil dan emaknya,
Choi Suk-bin (Dong Yi). Image: Pinterest.
Mirip mirip gimanaaa gitu yaaa… πŸ˜†

Meskipun ga bisa disimpulin kalau Haechi itu Dong Yi 2 (seperti film-film Indonesia pada umumnya 😁), kisah Choi Suk-bin sedikit dibahas di Haechi juga. Lee Geum diceritakan sebagai sosok yang punya intelegensi tinggi, cukup rupawan, tapi hidupnya ajrot-ajrotan alias gaje abis. Dia juga tinggal di luar istana gegara gak nyaman karena statusnya sebagai Pangeran gak seberapa diakui oleh penghuni istana.

Menurut saya, Jung Il-woo adalah sosok yang sangat cocok memerankan pangeran Yeoning dan Yeongjo muda (kharismanya mleber kemana-mana 😭😭😭). Dia tidak hanya menjadi pangeran yang ganteng dan sok pintar, tapi juga punya kepedulian untuk melihat masyarakat dan kesetiaan kepada Raja Gyeongjong yang mana adalah kakaknya sendiri, meskipun tidak kompeten menjadi Raja.

Waktu Yeoning masih jadi Pangeran, dan kakaknya masih menjadi Raja (Gyeongjong). Source: Kocowa (Haechi trailer).
Waktu Lee Geum masih kecil yang berteman akrab dengan Lee Yun (later Raja Gyeongjong) yang masih jadi putera mahkota. Ini dari drama Dong Yi. Somehow, hubungan mereka masa kecil punya kaitan sejarah dengan masa ketika mereka sudah jadi pangeran dan raja.

Entah saya yang gampang baper apa gimana, beberapa kali saya terbawa emosi saat Yeoning kehilangan orang-orang terbaiknya. Saya pun ikutan nangis dan merasa kesakitan saat Yeongjo muda yang masih belum punya ally merasa sendiri di awal-awal masa kepemimpinannya. We ache when he’s ached. Jung Il-woo berhasil membuat penonton ikut merasakan sakit dan sedih seperti dirinya. Kudos!

For me, it’s the most heartbreaking scene.
After all the struggle, the King will always be alone.

Sepanjang drama, poin utama dari Haechi ini adalah kisahnya si Lee Geum itu tadi, dari anak muda yang awalnya hidup bebas, lalu muncul kepedulian untuk memperbaiki kondisi istana yang korup hingga perjalanan dia diangkat jadi raja. It’s very political indeed.

Istana yang Korup dan Penuh Konflik Kepentingan

Karena saya udah lama banget gak nonton saeguk, nonton Haechi tuh kayak dapet air di tengah gurun sahara. Lebay sih emang, tapi sebagus itu menurutku. Jarang banget drama Korea yang porsi cerita politiknya lebih besar daripada kisah cintanya.

Plotnya cukup menarik diikuti, ada efek-efek bikin penasarannya. Tapi mesti sabar di awal-awal episode ya, karena kita akan disuguhkan dengan cerita-cerita bangsawan dan penghuni istana yang KKN sampe pangeran yang psikopat demi meraih ambisinya. Butuh sampai sekitar 5 episode buat saya untuk bisa menyimpulkan siapa aja yang jadi protagonis dan mana yang antagonis, sejujurnya, karena saya sulit membedakan wajah aki-aki mereka yang nampak sama semuanya πŸ˜‚

Di politik, lawan bisa jadi kawan dan kawan bisa jadi lawan. Haechi perfectly potrays that analog into an appealing story. Image: My Little Hobby.

Selama masa kepemimpinan Raja Sukjong (bokapnya Yeoning-gun), ada 3 fraksi partai yang berpengaruh di istana: Noron, Soron, dan Namin. Tiga partai ini gak akur dan super kacau, baik di internal maupun di eksternal. Tiga partai besar ini posisinya equally important dalam alur cerita Haechi.

Memang kalau gak biasa nonton saeguk yang rada serius, kita harus bersabar ngeliat wajah aki-aki ini yang ngebetein abis. Sukanya proteeeesss dan ngeluuuuuh mulu. Awalnya saya bete, tapi semakin kesini, saya justru kagum sama sosok pemimpin partai Noron, Min Jin Heon (Lee Kyoung-young). Dia itu semacam juru kuncinya parlemen. Penguasa yang sesungguhnya di istana. Saya gak mau spoiler, intinya kita akan disajikan sebuah kisah yang apik tentang ketiga partai yang punya perbedaan karakter ini πŸ™‚

Leader of Soron party (left) and leader of Noron (right).
Dua-duanya sosok yang berpengaruh kuat dan mengendalikan Istana.

Anyway, kalian pasti bertanya. Siapakah tokoh-tokoh pendukung Yeoning-gun seperti yang nampak di poster dramanya itu? Go Ara jadi apa sih? Seberapa pentingkah role mereka?

Para Pejuang Saheonbu, Teman-teman Yeoning yang Setia

Saheonbu itu semacam lembaga peradilan. Kalau di kita kayak semacam KPK gitulah. Saat Lee Geum mencurigai adanya kerusakan sistem yang masif di istana, ia dibantu sama temen-temennya yang kerja di Saheonbu. Diantaranya yang paling setia adalah Park Moon-su (Kwon Yool) dan Yeo-ji (Go Ara).

Kalau di sejarahnya, Park Moon-su ini diceritakan sebagai salah satu Jenderal yang paling berpengaruh di masanya. Namun di Haechi, cerita si Park Moon-su ini agak lebay sih IMO, karena kesannya dia itu korban ketidak-adilan yang punya idealisme untuk merombak sistem tapi dia sangat powerless. Agak kurang make sense, dan jadinya malah lawak di beberapa scene.

Park Mun-su, seorang bangsawan yang bajunya itu-itu aja. Image: Soompi.

Saat Yeoning udah jadi Putera Mahkota bahkan menjadi Raja, Park Moon-su mulai muncul lagi nih jadi sosok pahlawan, tapi menurut saya pengaruhnya gak seberapa signifikan dibandingkan para anggota parlemen fraksi Noron dan Soron yang punya pengaruh langsung di istana.

Sedangkan Go Ara yang diharapkan oleh para fans menjadi love interest-nya pangeran Yeoning, nampak lebih powerless lagi. Saya sempet searching-searching di sejarah, kayanya sih ini tokoh buatan karena real-nya emang gak ada. Ya mungkin emang biar ada bumbu cinta-cintaan dikit gitu (ah elah, protes mulu lo Cin!). Overall, Go Ara tuh sebetulnya sangat sangat compatible jadi sosok Yeo-ji yang superwoman. Silatnya lumayan oke, ekspresinya gak lebay juga. Pas lah.

Yeo-ji deserves more appearances!!! Image: imdb.

Sayang seribu sayang, mbak Ara ini sempet cidera parah di pergelangan kakinya saat syuting, sehingga harus absen sekitar 6 episode (fyi dari episode 27-32). I know, it’s a major turn-off for such an important role and figure like her. Saya gak tau arahnya Yeo-ji ini di awal mau kemana, tapi setelah Ara kembali pun, saya merasa Yeo-ji hanya sekedar pelengkap suasana aja. Gak ada dia pun sepertinya pangeran Yeoning akan baik-baik saja. Sayang banget tentunya, mengingat Go Ara adalah salah satu aktris bertalenta dan tentunya kita berharap adanya romatic scene yang lebih natural antara keduanya.

Dal-moon, si raja jalanan a.k.a bos media massa.

Selain mereka (dan kawan-kawannya), ada juga Dal-Moon (Park Hoon). Nah ini salah satu tokoh yang penting dan strategis karena dia yang menguasai sumber informasi di seluruh kota. Ibaratnya kayak raja media-nya gitu. Dia yang menguasai grassroot dan mengendalikan opini publik. Sosok yang cenderung bipartisan dan follow where the money goes, tapi di balik itu semua dia juga punya masa lalu yang menentukan alur cerita Haechi. Meskipun saya gak seberapa sreg sama si Dal-moon ini, peran dia di Haechi sangat signifikan.

Lee Tan, the Psychopath.

Dari episode pertama, kita akan setuju bahwa Lee Tan a.k.a Pangeran Mil-poong adalah musuh bersama. Karakternya terlihat fierce dan ambisius dari awal hingga ke akhir cerita. Jung Moon-sung berhasil membuat sosok villain yang haus darah, penipu ulung, namun di sisi lain sangat bodoh dan urakan.

ngambis gak habis-habis.

Lee Tan bukan hanya sosok antagonis di cerita ini, walaupun bisa dibilang dia adalah salah satu tokoh antagonis utama. Keseruan Haechi gak sesederhana Pangeran Yeoning vs Mil-poong, tapi lebih kepada gimana Yeoning-gun berproses menjadi seorang pemimpin. Dari yang awalnya hanya ingin melawan Mil-poong, hingga timbul kepedulian mengubah sistem pemerintahan dan peradilan yang bobrok. Jadi kalau disimpulkan, musuh Yeoning itu banyak banget, dari musuh-musuh politik sampai musuh ketidak percayaan diri yang melekat kuat di dalam dirinya

Final Verdict

That being said, I think if Haechi should win an award, the Best Actor should be given to Il-woo! He is definitely the heart of the drama, dan sosok yang paling berpengaruh dari seluruh jalan cerita. Kedua adalah kepala Noron, Min Jin Heon (Lee Kyoung-young). Sosok politikus yang sharp, penuh ambisi dan perhitungan. Namun di balik itu semua, adalah seorang negarawan yang punya kepedulian.

Haechi membuat politik terlihat seperti seni yang indah dan punya value. Terlepas dari latar belakang cerita di zaman kerajaan, kita bisa melihat bagaimana parlemen, media, lembaga peradilan, opini publik berpengaruh di dalam sebuah sistem. Sedikit spoiler, ending ceritanya bikin saya terenyuh, betapa politik jika digunakan dengan baik untuk tujuan yang baik, akhirnya akan indah sekali.

Meskipun begitu, drama ini sepertinya agak underrated. Apalagi dominasi para male actors yang besar disini membuat sosok wanita yang kuat dan berpengaruh kurang signifikan perannya. Yeo-ji yang awalnya digadang-gadang jadi sosok Damo kuat dan tangguh, hanya sekedar penghias cerita aja. Begitupun sosok Cheon Yoon-young sebagai mistress sang villain yang rather annoying daripada powerful.

I think that they are great together, but Haechi doesn’t satisfy their chemistry at all.
Wishing for them to cast in a modern-day drama tho…

Kisah romantisme Yeoning-gun dan Yeo-ji pun terkesan dipaksa banget. Cerita cinta mereka berjalan sangat lambat di awal dan gak jelas di akhirnya. Yah namanya juga bumbu, biar gak tense mulu ngeliat konflik 😁 Di beberapa scene seperti masa peperangan, masa konflik antar fraksi-fraksi politik juga rasanya seperti terlalu cepat. Again, it’s a medium-size drama afterall. Mungkin kalau dibikin drama di atas 50 episode takut penontonnya pada kabur semua karena minim kisah cintanya.

However, saya setuju banget kalau Haechi layak mendapatkan perhatian kita semua. Bayangkan sebuah drama sejarah yang minim romansa tapi alur ceritanya seru dan bikin penasaran dari episode ke episode. Nah, seperti itu!

Score from me: 7.8/10***

Feature image: Hancinema.net

Share:
Previous Post Next Post

You may also like

No Comments

Leave a Reply

%d bloggers like this: