Follow:
Drakor

Review Fate and Furies: The Reason I Stop Watching Melodrama.

Oke, dari judulnya udah kebaca ya. Fate and Furies yang ber-genre Drama/Romance (menurut saya lebih ke melodrama sih), bakalan jadi alasan kenapa saya gak akan nonton melodrama lagi. Sudah cukup sampe disini 😭.

Terus ngapain atuh waktu itu ditonton?

Pertanyaan yang bagus Alejandrooo!

Title: 운명과 분노 (Woonmyunggwa Boonno)Director: Jung Dong-Yoon. Writer: Kang Cheol-Woong. Starring: Lee Min-Jung, Joo Sang-Wook, So E-Hyun, Lee Ki-Woo. Date: December 2018 – February 2019. Episode: 40 Eps. Network: SBS (Courtesy of Asianwiki.com)

Fate and Furies ini nyeritain seorang wanita bernama Koo Hae-ra (Lee Min-jung) yang dikisahkan sebagai wanita cerdas tapi bernasib malang. Ia dipertemukan dengan Tae In-joon (Joo Sang-wook), anak yang lahir dari keluarga chaebol dan CEO dari Gold Shoes, yang digadang-gadang jadi President Gold Group. Tae In-joon jatuh cintrong sama Koo Hae-ra dan gayung bersambut, namun sayangnya Koo Hae-ra hanya berpura-pura karena ia punya misi terselubung untuk membalaskan dendam atas ke-“mati suri”-an kakaknya, Koo Hyun-joo.

Buat pecinta drama seperti saya, sinopsisnya cukup provoking. Gimana enggak, orang semua tokoh dan karakternya sama-sama ngambis buat balas dendam sama orang yang pernah menyakiti dia dan keluarganya. Hampir semua karakter yang ada di cerita Fate and Furies pasti punya dendam yang ingin terbalas tuntas, alias…ga ada yang karakternya bener-bener bersih kayak bawang putih. Menarik bukan?

Tema tentang balas dendam ini selalu saya minati, karena kita bakalan disajikan pertarungan antar tokoh dengan twist dan element of surprise-nya. Bagian yang paling saya suka adalah saat mengeksplorasi cara berpikir, strategi saling menipu dan menjatuhkan, dan strategi pembalasan sampe ujung-ujungnya mereka capek sendiri dan berdamai dengan keadaannya masing-masing. Nah cumaaaaaaa…ekspektasi saya meleset banget nih sama Fate and Furies.

Koo Hae-ra (Lee Min-jung) & Tae In-joon (Joo Sang-wook) as unfortunate couples in Fate and Furies (2018). Image: VIU.
Na Ae-ra (Lee Min-jung) & Cha Jung-woo (Joo Sang-wook) as divorced couple in Cunning Single Lady (2014). Image: MBC.

Alasan utama saya nonton drama ini sebenarnya adalah karena reuni Joo Sang-wook (JSW) dan Lee Min-jung (LMJ). Di blog saya sempat review (click here) betapa puas dan bahagianya saya ngikutin cerita mereka di Cunning Single Lady. Chemistry mereka bagusss banget dan karakterisasi mereka kuat, selain dari ceritanya juga yang bikin ngakak tapi heartwarming. Sayang aja secara publikasi, dramanya agak underestimated dan ga masuk top list pecinta drakor khususnya di Indonesia 😢. Tapi seriusan, rom-com ini kocak banget, ceritanya masih berfaedah dan acting leadsnya top markotop: WAJIB TONTON! (*EH KOK JADI PROMOSI)

Oke, eiyke balik lagi ngomongin Fate & Furies.

Nah jadi ceritanya JSW dan LMJ ini jadi leads di FAF. Udah seneng banget doong, actor (veteran) di dunia drakor ini balikan buat main bareng, jadi leads yang sama-sama fall in love lagi, tapi bedanya yang satu tulus, yang satu modus (pengen bales dendam itu tadi). Ditambah lagi ada peran dari So E-hyun, #MamakMamakGoals yang pernah muncul di TROS sama anaknya yang super lucu dan suaminya yang ganteng itu. Makin semangatlah saya, pasti acting mereka bakalan ciamik dan story-nya pecah banget.

Ternyata oh ternyata…

Meski hidup malang tetap cantik. Image: VIU.

Dari awal cerita, vibes-nya udah ga enak. Sedih-sedih gitu (yaiyalah namanya juga drama cyin!). Ngeliat Koo Hae-ra (LMJ) di posisi cewek yang dikejar-kejar debt-collector dan harus nemenin kakaknya yang ‘braindead’ di RS, udah gitu toko sepatunya dihancurin sampe dia kayak udah madesu, itu udah bikin saya gak enak. Ya abis LMJ ini cantik gitu loh…disuruh jadi rakyat jelata kayaknya ga masuk mau diapa-apain juga. Cantiknya udah kebangetan.

Joo Sang-wook as CEO in Giant (2010). Image: SBS
Joo Sang-wook as CEO in Cunning Single Ladies (2014). Image: VIKI
Joo Sang-wook as CEO in Fate and Furies (2018). Image: VIU

Nah terus ketemu kan sama si Tae In-joon (JSW) si CEO ganteng calon pewaris takhta perusahaan bokapnya. Pengen ngakak sih karena ga nyangka si JSW bakalan ambil tawaran jadi CEO lagi secara dimana-mana peran dia di drama itu kebanyakan jadi bos sampe disebut-sebut sebagai CEO King of Korea. But eniweiiii, I am nowhere near complaining since he’s good and good looking as well. Mau jadi apapun, ashiaaappppp~.

Pertemuan mereka ini agak-agak awkward gimanaaa gitu. Gak ada berkesannya sama sekali sampe tersanjung terpikat terpana terpesona ter…ter…ter… (lanjutin sampe episode 16.789). Tapi anehnya, si In-joon ini langsung cinlok banget sama si Hae-ra (yhaaaa doi cantik sih gimanaaa??). Dibilangnya di cerita sih si Hae-ra ini pinter, tapi yang saya rasakan, dia ini gak pinter-pinter amat. Yha dia ini kepaksa mikir karena kudu survive dengan cobaan hidup. Sesimpel itu sih.

Chemistry mereka agak formalitas menurutku. Kerasaaa sihh kalau dua-duanya itu cocok as pairs, tapi saya gak dapet aja feeling mereka. Mungkin karena alur cerita yang dibikin selow, plus instrument pendukungnya yang agak mellow, bikin ngantuk kadang-kadang nonton drama ini. Dialog demi dialog juga gak bener-bener straight to the heart, jadi si Hae-ra kesannya kayak jual mahal tapi ya ga bikin karakternya naik kelas gitu.

It’s hard to imagine them being Ae-ra and Jung-woo in this series.

Acting LMJ yang menurut saya cukup oke dalam hal penjiwaan ini jadinya wasted gegara alur cerita yang ngawang-ngawang dan dialog yang terlalu flat. Padahal peran dia disini strategis banget. Hae-ra adalah kunci semua tokoh-tokoh jadi kalang kabut. Emosi yang LMJ tampilkan sebenernya kerasa banget. Tapi ya gitu, makin kesini story-nya makin selow dan makin mengecewakan lagi ketika episode ke 30-sekian, Hae-ra dan In-joon dibikin jadi tokoh yang lemah dan terkesan dumb. JSW, idolaque, juga kelihatan powerless bangettttt. Runtuh figurku bang, apalagi setiap dramamu dikau selalu nampak setrooong (meskipun kadang peranmu jahat). Sedih akutuuuuuu.

[SPOILER ALERT]

Saya ngerti maksud writer-nim adalah kasih efek kejut dan twist menjelang akhir season. Cuma ya kalau tokoh utama yang mestinya dikesankan strong dan smart tetiba di-downgrade demi bikin plot twist selanjutnya (dimana mereka bangkit dan membalas orang-orang yang menjebak mereka), menurut saya it’s too much. Saya yang nonton jadi gemessss sendiri kenapa ni orang bego banget dan gak ngelawan ketika harusnya mereka ga menerima hukuman yang sepantasnya. Ga make sense banget pokoknya.

Needless to say, drama ini happy ending kok (kalau kamu percaya happy ending ga mesti berakhir kawin yaa ahahaha~). Yah akhirnya Hae-ra dan In-joon balikan lagi dan sama-sama sudah memaafkan kebodohan kesalahan mereka masing-masing. Para chaebol greedy juga akhirnya mendapatkan hukuman dan membayar dosa-dosa mereka. Tapiiiiii taukah kamu kalau kakaknya Hae-ra yang mati suri itu ternyata bangun lagiiiii? Bukannya saya gak percaya sama mukjizat Tuhan ya, tapi atuhlaaaaahhh meuni asa nonton ep-ti-pi ikan terbang 😥😓😭.

So E-hyun as Cha Soo-hyun. Smart and beauty with class!

Drama ini diselamatkan oleh Cha Soo-hyun (So E-hyun) dan kisahnya dengan Jin Tae-oh (Lee Ki-woo). Kalau gak ada mereka, mungkin ini drama udah saya tinggal. Sisi humanis Cha Soo-hyun di balik sosoknya yang antagonis, ketus, greedy, apapun lah itu istilahnya, membuat overall drama jadi semakin menarik. Selain dari acting So E-hyun yang kebangetan ngehe-nya, dilemma dia sebagai wanita karir dan “ibu” dari anak backstreet-nya dengan Jin Tae-oh ini heartbreaking banget dan endingnya so sweet saya sampe nangis ahahahaha (cengeng emang anaknya). Pengen season 2 jadinya, tapi cuma eksplor hubungan mereka bertiga aja. Bodo amat dah sama Hae-ra dan In-joon…terserahhhhhh CEO mah bebasssss.

Kok jadi ngegas ya? 🤣🤣🤣

Soundtrack drama ini mellow banget sih menurutku. Tapi ga mellow yang bikin nangis…mellow-mellow misteri gitu. Awalnya sempet amazed sama lagu “Fate and Furies” yang melody-nya beda banget dari kebanyakan drakor. Agak-agak ke-sinetronan melodinya, tapi that’s what makes it unique. Bikin vibe dramanya seperti drama murni, bukan drama comedy, bukan juga drama bocah-bocah SMA. Kerasa banget emang segment drama ini adalah emak-emak (middle-aged).

Menurut saya, soundtracknya okay. Cuma antara soundtrack, backsound, pas di-arrange ke drama itu jadinya malah bikin dramanya kerasa makin dragging dan vibe-nya emosi-emosi negative semua (sedih, marah, kesel, dll). Sedangkan emosi-emosi positif (rasa cinta, rindu, bahagia) itu gak seberapa ngangkat. Makanya kerasanya kayak mellow-drama.

Buat saya yang nonton drakor for entertainment dan education value (selain emang lagi mendalami Bahasa Korea juga), rasanya drama ini ga kasih value apapun. Entertaining juga ga seberapa, jadinya malah ikut-ikutan sedih dan gemes. Iya, sedih soalnya idolaque jadi lemah keliatannya disini…hiksssssssssss…

Beneran deh ga akan lagi nonton melo-drama unless melo-nya sekelas Defendant (it’s not even melo sih) Selain gak bikin happy, story yang dragging dan bikin hati ikutan mendung, kadang endingnya itu agak maksa. So sorry Fate and Furies, it’s not worth it for re-watch (for me). But if you want to look how handsome Joo Sang-wook is, and how pretty Lee Min-jung and So E-hyun are, go check Fate and Furies! It’s a treat y’alllll ❤️

Rate: 6.0/10.***

Share:
Previous Post Next Post

You may also like

No Comments

Leave a Reply

%d bloggers like this: